Tuesday , November 12 2019
Breaking News
Home / Introspeksi / Mengapa Allah Menciptakan Rasa Sakit?
Mengapa Allah Menciptakan Rasa Sakit?

Mengapa Allah Menciptakan Rasa Sakit?

Siapa sih yang tidak mengalami yang namanya rasa sakit.

Semua manusia normal pasti merasakan sakit, kecuali manusia tertentu.

Rasa sakit biasanya datang pada orang yang sedang terluka, entah itu luka fisik atau luka batin.

Apakah anda pernah bertanya pada diri sendiri,

Bagaimana sebuah luka kecil atau pun besar bisa terasa sakit?

Penciptaan Allah sungguh sempurna, tidak ada sesuatu yang tercipta…

…niscaya hal itu bermakna dan tidak sia-sia.

Ketika kita terluka, sistem saraf sensori akan mengirimkan sinyal rangsangan kepada otak bahwa ada sesuatu yang membahayakan tubuh.

Saraf sensori ini disebut sel Nosiseptor. 

Sel ini memicu respon fisiologis dan perilaku yang mengakibatkan rasa sakit pada diri kita.

Rasa sakit akan menimbulkan perasaan tidak nyaman dan penderitaan yang dirasakan oleh makhluk hidup ketika terluka.

Pertanyaannya,

Mengapa Allah menciptakan rasa sakit kepada hambanya?

Padahal kita tahu bahwa Allah maha penyayang akan hambanya melebihi ibu kepada anaknya.

Dalam hadits Rasulullah ﷺ mengatakan,

“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jawabannya adalah karena kita belum terpikir bahwa rasa sakit itu memiliki manfaat bagi diri kita.

Pada umumnya orang membenci rasa sakit.

Orang menilai rasa sakit itu negatif dan menimbulkan penyakit dalam diri…

…padahal,

Allah menciptakan rasa sakit agar hambanya menghindari sesuatu yang berbahaya bagi tubuhnya.

Allah menciptakan sel nosisepsi untuk mendeteksi bagian tubuh manusia yang terluka.

Seakan-akan sel nosisepsi mengatakan, “ini loh ada yang yang terluka, cepet obatin”.

Sehingga ketika ada sesuatu yang berbahaya, otak kita mengatakan, “itu berbahaya bagi tubuhmu”.

Rasa sakit membuat seseorang tidak nyaman sehingga dirinya berusaha untuk tidak sakit

Dirinya menghindari sesuatu yang mengakibatkan sakit.

Ia pun tahu bahwa sesuatu yang berbahaya, itulah yang menimbulkan rasa sakit.

Hal ini menciptakan dorongan kuat untuk bertahan hidup.

Selain itu, Allah menciptakan rasa sakit agar hambanya tidak terlalu mencintai dunia.

Rasa sakit mengingatkan kita kepada kematian dan akhir dari segalanya.

Seakan-akan Allah ingin mengingatkan bahwa dunia bukan tujuan kehidupan, tapi kegiatan untuk beramal menyiapkan bekal menuju kampung akhirat.

Hidup di dunia berarti siap mengalami rasa sakit

Saya akan membuktikan kepada anda bahwa dunia ini setiap waktunya membuat orang-orang mengalami rasa sakit.

Data kecelakaan lalu lintas
Gambar : Data kecelakaan lalu lintas.

 

Data diatas dicatat oleh kepolisian Republik Indonesia tentang data kecelakaan.

Disebutkan bahwa tiap 1 jam rata-rata 3 orang meninggal akibat kecelakaan.

Mungkin kita bertanya,

Apakah orang-orang tersebut tidak mematuhi lalu lintas sehingga menyebabkan kecelakaan?

Jawabannya bisa ya dan tidak.

Karena yang berkendara bukan kita saja, namun juga orang lain yang mungkin saja orang tersebut tidak mahir dalam berkendara atau tidak memahami peraturan lalu lintas.

Seberapa hebat dan taatnya kita berkendara, seandainya Allah mentakdirkan terjadi, kecelakaan pasti terjadi.

Coba tengok berita kriminalitas,

Berdasarkan acuan data diatas, Badan Pusat Statistik mengatakan bahwa kejahatan di DKI Jakarta rata-rata terjadi 15 menit 7 detik sekali pada tahun 2017 dan terdapat 34.767 kasus pertahunnya.

Jika kita hitung, perharinya kurang lebih 95 kali.

Adakah alasan lagi yang menjadikan dunia sebagai tujuan???

Kembali ke topik rasa sakit!

Walau rasanya menyakitkan, kita harusnya bersyukur, bahwa dengan adanya rasa sakit bisa berhati-hati dari sesuatu yang membahayakan diri sendiri.

Orang yang tidak memiliki rasa sakit cenderung terkena cedera yang mematikan ketika terluka karena otaknya tidak bisa membedakan mana yang berbahaya dan mana yang tidak.

Kita berpikir luka yang tidak sakit berarti tidak berbahaya.

Maka dari itu peran dari rasa sakit itu penting.

Terkadang…

…rasa sakit itu menjadi ujian untuk diri kita.

Allah menguji dengan rasa sakit untuk melihat kita akankah bersabar atau tidak dengan keadaan yang Allah berikan.

Ketika kita membela kebenaran misalnya, kita tahu akan konsekuensi dari pembelaan kita tersebut.

Contohnya membela orang yang hendak dibunuh oleh penjahat.

Jika kita menolong pasti ada resiko kita bakal dibunuh, dan dibunuh ini rasanya sakit.

Juga ketika berperang dijalan Allah yang pasti akan terluka dan menimbulkan rasa sakit, yang membuat hati ciut dan pengecut.

Namun, hati yang beriman kepada Allah, meyakini bahwa janji Allah itu benar…

…yaitu surga bagi orang-orang yang mati dijalan Allah.

Ia tidak akan gentar menghadapi kematian walau dirinya sadar akan mengalami rasa sakit.

Mengapa?…

…karena ia tahu kematian itu pintu menuju kehidupan sebenarnya.

Ketika orang sholeh menghadapi sakaratul maut, sebelum malaikat maut mencabut nyawanya…

….malaikat rahmah akan mendatanginya terlebih dahulu dan memperlihatkan semua amal sholehnya

Dari situ ia langsung mengetahui bahwa dirinya akan selamat, sehingga ia bergembira dan tidak peduli dengan sakitnya dicabut nyawa oleh malaikat maut.

Ia sudah tidak peduli dengan sabetan pedang atau rasa sakit oleh penyakit yang dideritanya.

Ia rindu bertemu dengan Allah, maka dengan senang hati dirinya melalui kematian tersebut.

Jadi rasa sakit proses kematian itu akan mudah dilewati bagi orang yang beriman sehingga banyak para sahabat tidak gentar ketika mati dijalan Allah karena ada kabar gembira tersebut.

Rasa sakit kematian saja bisa dilewati, apalagi rasa sakit yang sifatnya mudah untuk sembuh kembali seperti penyakit, luka berdarah dan semacamnya.

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah hadits kabar gembira ucapan Rasulullah ﷺ.

Beliau mengatakan,

“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Allah memberikan rasa sakit itu berarti Allah peduli kepada kita.

About Abdullah

Kuliah di Universitas Terbuka jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Menyenangi dunia pendidikan dan komputer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *